Pengertian Paragraf dan Jenisnya
Pengertian Paragraf dan Jenisnya -Membaca adalah kegiatan yang sering kita lakukan sehari-hari. Entah membaca koran, novel, buku pelajaran, catatan, hingga status di media sosial, semua kegiatan tersebut melibatkan rangkaian kalimat yang membentuk sebuah paragraf. Namun apakah kita tahu apa pengertian paragraf? Apakah kita tahu buku yang kita baca mengandung paragraf dengan jenis apa? Oleh karenanya, melalui tulisan ini, mari kita sedikit mengulas tentang pengertian paragraf dan jenisnya secara lebih detail.
Pengertian Paragraf
Menurut KBBI, paragraf adalah adalah bagian bab dalam suatu karangan, biasanya mengandung satu ide pokok dan penulisannya dimulai dengan garis baru. Ramlan berpendapat bahwa paragraf merupakan suatu bagian dari karangan yang tersusun atas sejumlah kalimat yang mengandung informasi dengan ide pokok sebagai pengendalinya. Berbeda dengan Handayani dkk, yang menyebut bahwa paragraf merupakan serangkaian kalimat yang saling bertalian untuk membentuk sebuah gagasan atau ide. Sedang menurut Wiyanto, paragraf adalah sekelompok kalimat yang saling berhubungan untuk menjelaskan satu pokok pikiran.
Dari beberapa pendapat ahli di atas, tampak bahwa pada dasarnya inti dari paragraf adalah sama yaitu selalu mengandung ide pokok atau gagasan utama yang digunakan untuk membentuk kesatuan kalimat. Jadi, dapat dikatakan bahwa paragraf merupakan bagian dari sebuah karangan yang terdiri dari rangkaian beberapa kalimat untuk membentuk sebuah gagasan dengan satu ide pokok sebagai pusatnya dan pikiran penjelas sebagai pendukungnya.
Dalam hierarki kebahasaan, paragraf memiliki tingkat yang lebih tinggi dibanding kalimat. Paragraf berfungsi sebagai penanda pembukaan topik baru atau memisahkan gagasan pokok yang satu dengan yang lain sehingga pembaca dapat dengan mudah memahami isi paragraf secara utuh. Dalam penulisannya, paragraf selalu ditulis menjorok ke dalam, dengan spasi kira-kira 5 ketukan.
Selain mengetahui apa itu paragraf, dalam ulasan ini kita juga akan membahas mengenai jenis-jenis paragraf. Paragraf dapat dikelompokkan menjadi 2 jenis, yaitu :
a. Paragraf Narasi
Paragraf narasi merupakan paragraf yang menceritakan sebuah kejadian secara runtut dan kronologis. Paragraf ini bisa dibagi menjadi 2, yaitu narasi kejadian dan narasi runtut cerita. Paragraf narasi kejadian adalah paragraf yang menceritakan suatu kejadian, sedang paragraf narasi runtut cerita adalah paragraf yang dimulai dengan sebuah tindakan yang menghasilkan efek berkelanjutan hingga ke akhir cerita. Ciri-ciri paragraf narasi adalah adanya alur cerita, tokoh, latar, dan konflik serta tidak memiliki kalimat utama yang tetap.
Terdapat 2 jenis paragraf narasi, yaitu :
- Paragraf narasi ekspositoris yang berisi rangkaian tindakan yang disampaikan secara informatif.
- Paragraf narasi sugestif yang mengisahkan imajinasi atau khayalan pengarang.
b. Paragraf Deskriptif
Paragraf deskripif merupakan paragraf yang menggambarkan suatu objek dengan kata-kata yang dapat secara nyata dibayangkan oleh pembaca. Melalui paragraf ini, penulis ingin membuat pembaca seolah-olah ikut mendengar, melihat, atau merasakan apa yang mereka baca. Ciri-ciri paragraf ini adalah adanya penggambaran suatu benda, tempat, atau suasana secara detail dengan melibatkan panca indera pembaca. Dalam paragraf deskriptif terdapat 2 pola pengembangan paragraf yaitu pola spasial (menyangkut hubungan antara benda, peristiwa, dan ukuran jarak) serta pola sudut pandang yang terdiri atas sudut pandang subjektif (penafsiran sesuai sudut pandang penulis) dan sudut pandang objektif (tanpa opini penulis).
c. Paragraf Eksposisi
Paragraf eksposisi adalah paragraf yang bertujuan untuk memaparkan, mengajarkan, menyampaikan informasi, atau menjelaskan topik tertentu sehingga memperluas pengetahuan pembaca. Paragraf ini memiliki ciri memaparkan definisi atau langkah-langkah tertentu dengan kalimat yang informatif.
Terdapat beberapa jenis paragraf eksposisi, yaitu :
- Paragraf eksposisi definisi yang memfokuskan penjelasan informasi pada karakteristik topik.
- Paragraf eksposisi klasifikasi yang mengelompokkan sesutu ke dalam kategori-kategori.
- Paragraf eksposisi proses yang menjelaskan langkah-langkah dalam proses pembuatan atau penggunaan sesuatu.
- Paragraf eksposisi ilustratif yang dikembangkan dengan gambaran sederhana dan konkret dari suatu ide atau ilustrasi.
- Paragraf eksposisi pertentangan berisi pertentangan sesuatu dengan yang lain.
- Paragraf eksposisi berita berisi pemberitaan tentang suatu kejadian.
- Paragraf eksposisi perbandingan yang membandingkan sesuatu untuk menerangkan ide dalam kalimat utama.
- Paragraf eksposisi analisis yang membagi masalah dari gagasan utama menjadi beberapa sub bagian.
d. Paragraf Argumentasi
Paragraf argumentasi digunakan penulis untuk mengungkapkan ide, gagasan, atau pendapat dengan menyertakan bukti atau fakta agar dapat meyakinkan orang lain tentang kebenaran pendapat yang disampaikan. Ciri-ciri dari paragraf ini adalah menjelaskan suatu pendapat untuk meyakinkan pembaca, memuat fakta untuk membuktikan kebenaran pendapat penulis, menggali ide dari pengamatan dan penelitian serta memiliki kesimpulan di bagian penutupnya.
Terdapat 3 jenis paragraf argumentasi, yaitu:
- Paragraf argumentasi pola analogi yang membandingkan 2 hal yang memiliki banyak persamaan.
- Paragraf argumentasi pola generalisasi yang menarik kesimpulan umum berlandaskan data-data yang ada.
- Paragraf argumentasi pola hubungan sebab akibat yang dimulai dengan mengungkapkan fakta khusus menjadi sebab, hingga pada kesimpulan yang menjadi akibat.
e. Paragraf Persuasi
Paragraf persuasi bertujuan untuk membujuk atau mempengaruhi orang agar percaya dan melakukan sesuatu yang ditulis oleh penulis. Ciri-ciri paragraf ini adalah mengandung ide yang berasal dari pikiran manusia, dapat menimbulkan kepercayaan pembaca, memerlukan sejumlah fakta dan data yang akurat sebagai pendukungnya.
a. Paragraf Deduktif
Paragraf deduktif adalah paragraf yang kalimat utamanya terletak di awal paragraf dengan kalimat penjelas yang diletakkan setelahnya. Paragraf ini dikembangkan dari pernyataan umum ke khusus.
b. Paragraf Induktif
Paragraf induktif adalah paragraf yang kalimat utamanya terletak di akhir paragraf dengan kalimat penjelas yang diletakkan sebelum kalimat utama. Paragraf ini dikembangkan dari pernyataan khusus ke umum.
c. Paragraf Campuran (Deduktif-Induktif)
Paragraf campuran adalah paragraf gabungan antara deduktif dan induktif dimana kalimat utama diletakkan di awal dan akhir paragraf, sedangkan kalimat penjelasnya berada di tengah-tengah paragraf. Kalimat utama di akhir paragraf berfungsi untuk menegaskan kembali kalimat utama yang sudah dipaparkan di awal paragraf.
d. Paragraf Ineratif
Paragraf ineratif merupakan kebalikan dari paragraf campuran. Paragraf ini diawali dengan kalimat-kalimat penjelas, kemudian diikuti kalimat utama di tengah paragraf, dan ditutup dengan kalimat penjelas lagi.
a. Paragraf Pembuka
Paragraf pembuka diletakkan di awal sebuah karya tulis sebagai pengantar dan pengenalan isi kepada pembaca.
b. Paragraf Penghubung
Paragraf penghubung diletakkan di tengah-tengah sebuah karya sebagai penghubung antara paragraf pembuka dan penutup. Isi dari paragraf ini adalah inti dari karya tulis itu sendiri.
c. Paragraf Penutup
Paragraf penutup berada di akhir sebuah karya tulis yang berfungsi sebagai penutup karya itu sendiri. Paragraf ini berisi kesimpulan, ringkasan, saran atau komentar penulis dari karya yang sudah dijabarkan sebelumnya.
Demikian ulasan mengenai pengertian paragraf dan jenisnya. Semoga bermanfaat.
Pengertian Paragraf
Menurut KBBI, paragraf adalah adalah bagian bab dalam suatu karangan, biasanya mengandung satu ide pokok dan penulisannya dimulai dengan garis baru. Ramlan berpendapat bahwa paragraf merupakan suatu bagian dari karangan yang tersusun atas sejumlah kalimat yang mengandung informasi dengan ide pokok sebagai pengendalinya. Berbeda dengan Handayani dkk, yang menyebut bahwa paragraf merupakan serangkaian kalimat yang saling bertalian untuk membentuk sebuah gagasan atau ide. Sedang menurut Wiyanto, paragraf adalah sekelompok kalimat yang saling berhubungan untuk menjelaskan satu pokok pikiran.
Dari beberapa pendapat ahli di atas, tampak bahwa pada dasarnya inti dari paragraf adalah sama yaitu selalu mengandung ide pokok atau gagasan utama yang digunakan untuk membentuk kesatuan kalimat. Jadi, dapat dikatakan bahwa paragraf merupakan bagian dari sebuah karangan yang terdiri dari rangkaian beberapa kalimat untuk membentuk sebuah gagasan dengan satu ide pokok sebagai pusatnya dan pikiran penjelas sebagai pendukungnya.
Dalam hierarki kebahasaan, paragraf memiliki tingkat yang lebih tinggi dibanding kalimat. Paragraf berfungsi sebagai penanda pembukaan topik baru atau memisahkan gagasan pokok yang satu dengan yang lain sehingga pembaca dapat dengan mudah memahami isi paragraf secara utuh. Dalam penulisannya, paragraf selalu ditulis menjorok ke dalam, dengan spasi kira-kira 5 ketukan.
Jenis – Jenis Paragraf
Selain mengetahui apa itu paragraf, dalam ulasan ini kita juga akan membahas mengenai jenis-jenis paragraf. Paragraf dapat dikelompokkan menjadi 2 jenis, yaitu :
Paragraf Berdasar Jenis Ceritanya
a. Paragraf Narasi
Paragraf narasi merupakan paragraf yang menceritakan sebuah kejadian secara runtut dan kronologis. Paragraf ini bisa dibagi menjadi 2, yaitu narasi kejadian dan narasi runtut cerita. Paragraf narasi kejadian adalah paragraf yang menceritakan suatu kejadian, sedang paragraf narasi runtut cerita adalah paragraf yang dimulai dengan sebuah tindakan yang menghasilkan efek berkelanjutan hingga ke akhir cerita. Ciri-ciri paragraf narasi adalah adanya alur cerita, tokoh, latar, dan konflik serta tidak memiliki kalimat utama yang tetap.
Terdapat 2 jenis paragraf narasi, yaitu :
- Paragraf narasi ekspositoris yang berisi rangkaian tindakan yang disampaikan secara informatif.
- Paragraf narasi sugestif yang mengisahkan imajinasi atau khayalan pengarang.
b. Paragraf Deskriptif
Paragraf deskripif merupakan paragraf yang menggambarkan suatu objek dengan kata-kata yang dapat secara nyata dibayangkan oleh pembaca. Melalui paragraf ini, penulis ingin membuat pembaca seolah-olah ikut mendengar, melihat, atau merasakan apa yang mereka baca. Ciri-ciri paragraf ini adalah adanya penggambaran suatu benda, tempat, atau suasana secara detail dengan melibatkan panca indera pembaca. Dalam paragraf deskriptif terdapat 2 pola pengembangan paragraf yaitu pola spasial (menyangkut hubungan antara benda, peristiwa, dan ukuran jarak) serta pola sudut pandang yang terdiri atas sudut pandang subjektif (penafsiran sesuai sudut pandang penulis) dan sudut pandang objektif (tanpa opini penulis).
c. Paragraf Eksposisi
Paragraf eksposisi adalah paragraf yang bertujuan untuk memaparkan, mengajarkan, menyampaikan informasi, atau menjelaskan topik tertentu sehingga memperluas pengetahuan pembaca. Paragraf ini memiliki ciri memaparkan definisi atau langkah-langkah tertentu dengan kalimat yang informatif.
Terdapat beberapa jenis paragraf eksposisi, yaitu :
- Paragraf eksposisi definisi yang memfokuskan penjelasan informasi pada karakteristik topik.
- Paragraf eksposisi klasifikasi yang mengelompokkan sesutu ke dalam kategori-kategori.
- Paragraf eksposisi proses yang menjelaskan langkah-langkah dalam proses pembuatan atau penggunaan sesuatu.
- Paragraf eksposisi ilustratif yang dikembangkan dengan gambaran sederhana dan konkret dari suatu ide atau ilustrasi.
- Paragraf eksposisi pertentangan berisi pertentangan sesuatu dengan yang lain.
- Paragraf eksposisi berita berisi pemberitaan tentang suatu kejadian.
- Paragraf eksposisi perbandingan yang membandingkan sesuatu untuk menerangkan ide dalam kalimat utama.
- Paragraf eksposisi analisis yang membagi masalah dari gagasan utama menjadi beberapa sub bagian.
d. Paragraf Argumentasi
Paragraf argumentasi digunakan penulis untuk mengungkapkan ide, gagasan, atau pendapat dengan menyertakan bukti atau fakta agar dapat meyakinkan orang lain tentang kebenaran pendapat yang disampaikan. Ciri-ciri dari paragraf ini adalah menjelaskan suatu pendapat untuk meyakinkan pembaca, memuat fakta untuk membuktikan kebenaran pendapat penulis, menggali ide dari pengamatan dan penelitian serta memiliki kesimpulan di bagian penutupnya.
Terdapat 3 jenis paragraf argumentasi, yaitu:
- Paragraf argumentasi pola analogi yang membandingkan 2 hal yang memiliki banyak persamaan.
- Paragraf argumentasi pola generalisasi yang menarik kesimpulan umum berlandaskan data-data yang ada.
- Paragraf argumentasi pola hubungan sebab akibat yang dimulai dengan mengungkapkan fakta khusus menjadi sebab, hingga pada kesimpulan yang menjadi akibat.
e. Paragraf Persuasi
Paragraf persuasi bertujuan untuk membujuk atau mempengaruhi orang agar percaya dan melakukan sesuatu yang ditulis oleh penulis. Ciri-ciri paragraf ini adalah mengandung ide yang berasal dari pikiran manusia, dapat menimbulkan kepercayaan pembaca, memerlukan sejumlah fakta dan data yang akurat sebagai pendukungnya.
Paragraf Berdasar Letak Pikiran Utamanya
a. Paragraf Deduktif
Paragraf deduktif adalah paragraf yang kalimat utamanya terletak di awal paragraf dengan kalimat penjelas yang diletakkan setelahnya. Paragraf ini dikembangkan dari pernyataan umum ke khusus.
b. Paragraf Induktif
Paragraf induktif adalah paragraf yang kalimat utamanya terletak di akhir paragraf dengan kalimat penjelas yang diletakkan sebelum kalimat utama. Paragraf ini dikembangkan dari pernyataan khusus ke umum.
c. Paragraf Campuran (Deduktif-Induktif)
Paragraf campuran adalah paragraf gabungan antara deduktif dan induktif dimana kalimat utama diletakkan di awal dan akhir paragraf, sedangkan kalimat penjelasnya berada di tengah-tengah paragraf. Kalimat utama di akhir paragraf berfungsi untuk menegaskan kembali kalimat utama yang sudah dipaparkan di awal paragraf.
d. Paragraf Ineratif
Paragraf ineratif merupakan kebalikan dari paragraf campuran. Paragraf ini diawali dengan kalimat-kalimat penjelas, kemudian diikuti kalimat utama di tengah paragraf, dan ditutup dengan kalimat penjelas lagi.
Berdasar Fungsi dan Tujuannya
a. Paragraf Pembuka
Paragraf pembuka diletakkan di awal sebuah karya tulis sebagai pengantar dan pengenalan isi kepada pembaca.
b. Paragraf Penghubung
Paragraf penghubung diletakkan di tengah-tengah sebuah karya sebagai penghubung antara paragraf pembuka dan penutup. Isi dari paragraf ini adalah inti dari karya tulis itu sendiri.
c. Paragraf Penutup
Paragraf penutup berada di akhir sebuah karya tulis yang berfungsi sebagai penutup karya itu sendiri. Paragraf ini berisi kesimpulan, ringkasan, saran atau komentar penulis dari karya yang sudah dijabarkan sebelumnya.
Demikian ulasan mengenai pengertian paragraf dan jenisnya. Semoga bermanfaat.
