Apa itu Animisme dan Dinamisme?
Apa itu Animisme dan Dinamisme? - Pada zaman sebelum masuknya agama-agama ke Indonesia, orang Indonesia memiliki kepercayaan yang disebut animisme dan dinamisme. Animisme dan dinamisme bukanlah agama dan tidak bisa dijadikan agama karena tidak memiliki syarat dan ketentuan tertentu. Selain itu animisme dan dinamisme tidak memiliki sistem yang terstruktur sehingga tidak dapat dijadikan sebagai agama yang bisa dianut oleh orang banyak.
Animisme dan dinamisme adalah sebuah kepercayaan yang mempercayai selain kepada Tuhan. Kepercayaan animisme dan dinamisme ini sudah ada sejak zaman manusia purba. Meski demikian, hingga saat ini nyatanya masih ada masyarakat Indonesia yang masih mempercayai kepercayaan animisme dan dinamisme. Sebagai contoh, seseorang yang memeluk suatu agama, misalnya Islam, Hindu, Budha atau Kristen namun dia juga meminta kepada pohon agar diberi kekayaan dengan melakukan syarat-syarat tertentu agar permintaanya terkabul. Berikut ini adalah penjabaran lebih detail mengenai pengertian animisme dan dinamisme beserta dengan contoh-contohnya.
Kata animisme berasal dari bahasa latin, yaitu anima dan isme. Anima dalam bahasa latin memiliki arti yaitu roh dan isme yang berarti paham, ajaran atau kepercayaan. Jadi animisme adalah suatu kepercayaan yang meyakini bahwa segala sesuatu yang ada di muka bumi ini memiliki roh, baik itu benda hidup maupun benda mati sekalipun. Kepercayaan animisme mempercayai bahwa setiap benda di bumi seperti gunung, pohon, batu besar, sungai, kawasan atau daerah tertentu memiliki jiwa atau roh yang dapat membantu kehidupan mereka. Untuk itu, benda-benda tersebut harus dihormati agar tidak mengganggu manusia atau membawa malapetaka bagi seseorang, kelompok atau lingkungan.
Bagi kebanyakan penganut kepercayaan animisme, mereka melakukan pemujaan dan memberikan sesaji untuk menyembah atau menghormati benda yang diagungkan. Para penganut kepercayaan ini meyakini bahwa roh-roh orang yang telah meninggal dapat masuk ke tubuh hewan. Selanjutnya, mereka juga mempercayai bahwa arwah para leluhur atau orang terkemuka seperti kepala suku atau nenek moyang dianggap suci sehingga harus dihormati atau disembah. Pada zaman Megalithikum hingga masa Hindi-Budha dan Islam, para penganut kepercayaan animisme membangun tempat pemujaan di gunung karena mereka menganggap bahwa arwah leluhur yang telah meninggal itu tinggal di kahyangan yang letaknya di atas gunung sehingga pemujaan arwah juga dilakukan di atas gunung. Maka dari situlah muncul kepercayaan yang memuja arwah dari nenek moyang yang disebut animisme.
Contoh kepercayaan animisme yaitu upacara syukuran yang memanggil roh dewa pertanian dan ritual pemakaman orang yang baru saja meninggal dengan tujuan mempersiapkan dan mengatur arwahnya menuju alam nenek moyang.
Sama halnya dengan animisme, dinamisme juga berasal dari bahasa latin, yaitu dunamos dan isme. Dunamos memiliki arti kekuatan atau daya, sedangkan isme memiliki arti ajaran, paham atau kepercayaan. Kepercayaan dinamisme merupakan suatu kepercayaan yang mempercayai bahwa bahwa benda-benda di dunia mempunyai kekuatan ghaib yang dipercaya dapat memberi pengaruh baik dan pengaruh buruk bagi manusia. Adapun benda-benda yang dianggap mempunyai kekuatan, yaitu seperti batu besar, jimat, keris, benda pusaka, tombak, gamelan, senjata, api dan lain-lain.
Contoh kepercayaan dinamisme adalah masyarakat Jepang yang menyembah matahari karena kakuatannya yaitu sinarnya dapat memancar ke seluruh dunia. Contoh lain yaitu orang yang menyimpan jimat agar terhindar dari malapetaka atau penyakit.
Nah, dari penjabaran diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa kepercayaan animisme yaitu kepercayaan yang memuja roh atau arwah leluhur, sedangkan kepercayaan dinamisme yaitu kepercayaan memuja benda yang dianggap memiliki kekuatan mistis atau ghaib.
Animisme dan dinamisme adalah sebuah kepercayaan yang mempercayai selain kepada Tuhan. Kepercayaan animisme dan dinamisme ini sudah ada sejak zaman manusia purba. Meski demikian, hingga saat ini nyatanya masih ada masyarakat Indonesia yang masih mempercayai kepercayaan animisme dan dinamisme. Sebagai contoh, seseorang yang memeluk suatu agama, misalnya Islam, Hindu, Budha atau Kristen namun dia juga meminta kepada pohon agar diberi kekayaan dengan melakukan syarat-syarat tertentu agar permintaanya terkabul. Berikut ini adalah penjabaran lebih detail mengenai pengertian animisme dan dinamisme beserta dengan contoh-contohnya.
Animisme
Kata animisme berasal dari bahasa latin, yaitu anima dan isme. Anima dalam bahasa latin memiliki arti yaitu roh dan isme yang berarti paham, ajaran atau kepercayaan. Jadi animisme adalah suatu kepercayaan yang meyakini bahwa segala sesuatu yang ada di muka bumi ini memiliki roh, baik itu benda hidup maupun benda mati sekalipun. Kepercayaan animisme mempercayai bahwa setiap benda di bumi seperti gunung, pohon, batu besar, sungai, kawasan atau daerah tertentu memiliki jiwa atau roh yang dapat membantu kehidupan mereka. Untuk itu, benda-benda tersebut harus dihormati agar tidak mengganggu manusia atau membawa malapetaka bagi seseorang, kelompok atau lingkungan.
Bagi kebanyakan penganut kepercayaan animisme, mereka melakukan pemujaan dan memberikan sesaji untuk menyembah atau menghormati benda yang diagungkan. Para penganut kepercayaan ini meyakini bahwa roh-roh orang yang telah meninggal dapat masuk ke tubuh hewan. Selanjutnya, mereka juga mempercayai bahwa arwah para leluhur atau orang terkemuka seperti kepala suku atau nenek moyang dianggap suci sehingga harus dihormati atau disembah. Pada zaman Megalithikum hingga masa Hindi-Budha dan Islam, para penganut kepercayaan animisme membangun tempat pemujaan di gunung karena mereka menganggap bahwa arwah leluhur yang telah meninggal itu tinggal di kahyangan yang letaknya di atas gunung sehingga pemujaan arwah juga dilakukan di atas gunung. Maka dari situlah muncul kepercayaan yang memuja arwah dari nenek moyang yang disebut animisme.
Contoh kepercayaan animisme yaitu upacara syukuran yang memanggil roh dewa pertanian dan ritual pemakaman orang yang baru saja meninggal dengan tujuan mempersiapkan dan mengatur arwahnya menuju alam nenek moyang.
Dinamisme
Sama halnya dengan animisme, dinamisme juga berasal dari bahasa latin, yaitu dunamos dan isme. Dunamos memiliki arti kekuatan atau daya, sedangkan isme memiliki arti ajaran, paham atau kepercayaan. Kepercayaan dinamisme merupakan suatu kepercayaan yang mempercayai bahwa bahwa benda-benda di dunia mempunyai kekuatan ghaib yang dipercaya dapat memberi pengaruh baik dan pengaruh buruk bagi manusia. Adapun benda-benda yang dianggap mempunyai kekuatan, yaitu seperti batu besar, jimat, keris, benda pusaka, tombak, gamelan, senjata, api dan lain-lain.
Contoh kepercayaan dinamisme adalah masyarakat Jepang yang menyembah matahari karena kakuatannya yaitu sinarnya dapat memancar ke seluruh dunia. Contoh lain yaitu orang yang menyimpan jimat agar terhindar dari malapetaka atau penyakit.
Nah, dari penjabaran diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa kepercayaan animisme yaitu kepercayaan yang memuja roh atau arwah leluhur, sedangkan kepercayaan dinamisme yaitu kepercayaan memuja benda yang dianggap memiliki kekuatan mistis atau ghaib.
